Palu — Upaya meningkatkan kompetensi dan wawasan internasional terus dilakukan oleh sivitas akademika Universitas Tadulako. Salah satunya melalui program pertukaran akademik yang memberikan kesempatan kepada dosen untuk belajar dan berinteraksi secara langsung di lingkungan pendidikan tinggi internasional.
Salah satu dosen Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Muh. Fahruddin Nurdin, S.P., M.P., berkesempatan mengikuti program pertukaran selama satu semester di Shandong Vocational University of Foreign Affairs (SVUFA), Tiongkok. Program ini menjadi bagian dari upaya pengembangan diri, khususnya dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Mandarin agar dapat berkomunikasi dan memahami bahasa China secara lebih fasih.
Dalam menjalani program tersebut, Fahruddin tidak berangkat seorang diri. Ia mengikuti program bersama Andi Harismahyanti, dosen dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako. Keduanya mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung di lingkungan akademik SVUFA selama satu semester.
Program pertukaran ini memberikan pengalaman yang berbeda bagi kedua dosen, terutama karena proses pembelajaran bahasa dilakukan dalam lingkungan akademik dan budaya yang menggunakan bahasa Mandarin secara langsung. Kondisi tersebut menjadi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa secara lebih intensif, baik dalam aspek pemahaman, komunikasi, maupun penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Muh. Fahruddin Nurdin, kesempatan ini juga menjadi bagian dari pengembangan kompetensi yang diharapkan dapat memberikan manfaat dalam pelaksanaan tugas akademiknya di Program Studi Agribisnis. Penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Mandarin, menjadi salah satu modal penting dalam memperluas komunikasi dan jejaring akademik di tingkat internasional.
Selain memperdalam kemampuan bahasa, program pertukaran selama satu semester ini juga menjadi kesempatan untuk mengenal lingkungan pendidikan, budaya, serta kehidupan akademik di Tiongkok. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif dan wawasan para dosen dalam menjalankan kegiatan pendidikan, penelitian, maupun pengembangan kerja sama akademik di masa mendatang.
Keikutsertaan dosen dari dua fakultas berbeda di Universitas Tadulako dalam program ini juga menunjukkan semangat pengembangan kapasitas sivitas akademika secara lintas bidang. Interaksi selama berada di SVUFA diharapkan dapat memperkuat jejaring dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara Universitas Tadulako dengan institusi pendidikan di Tiongkok.
Melalui program pertukaran ini, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan wawasan global bagi para dosennya. Pengalaman yang diperoleh Muh. Fahruddin Nurdin selama satu semester di SVUFA diharapkan dapat dibagikan dan memberikan kontribusi positif bagi mahasiswa serta sivitas akademika Faperta Untad.
Program tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun dosen yang kompeten, berwawasan internasional, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan pendidikan dan kerja sama akademik global.