Palu, 27 Agustus 2026 — Fakultas Pertanian Universitas Tadulako (Faperta Untad) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar diskusi dan pertukaran gagasan mengenai pembangunan dan pengembangan pertanian di Sulawesi Tengah. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Laboratorium Terpadu Lantai 1 Universitas Tadulako tersebut dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Muhardi, M.Si., IPM., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, Dekan Faperta menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang lebih erat antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah, khususnya dalam menghasilkan gagasan serta rekomendasi yang dapat mendukung pembangunan pertanian di Sulawesi Tengah.

Diskusi kemudian dilanjutkan oleh Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. Arfan, M.Si. yang turut menyampaikan berbagai pemikiran dan perspektif mengenai arah pembangunan pertanian di daerah. Pertukaran gagasan tersebut menjadi bagian penting dalam melihat berbagai potensi, tantangan, serta kebutuhan pembangunan pertanian Sulawesi Tengah dari perspektif perencanaan pembangunan daerah.
Forum diskusi berlangsung secara terbuka dan interaktif dengan melibatkan jajaran dosen dari Program Studi Agroteknologi dan Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Para peserta turut memberikan pandangan berdasarkan keilmuan dan pengalaman akademik masing-masing, sehingga diskusi tidak hanya membahas aspek produksi pertanian, tetapi juga menyentuh berbagai aspek pengembangan sektor pertanian secara lebih luas.
Berbagai gagasan yang berkembang dalam diskusi diharapkan dapat menjadi masukan dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi pertanian Sulawesi Tengah. Kolaborasi antara akademisi dan pemerintah juga dinilai penting dalam menjembatani hasil penelitian, inovasi teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta kebutuhan pembangunan di lapangan.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Sementara itu, sinergi dengan Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung perencanaan dan pengembangan sektor pertanian yang adaptif terhadap tantangan zaman serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Diskusi tersebut menjadi langkah awal yang penting dalam mempertemukan kekuatan akademik dan perencanaan pembangunan daerah, sekaligus memperkuat peran Fakultas Pertanian Universitas Tadulako sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan pertanian dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.
